Roselle Nganjuk

Sumber Informasi Teknologi Pertanian

Bertanam Durian (Durio zibethinus Murr)

Durian termasuk dalam familia Bombaceae. Berasal dari daerah tropis di Asia (Malaysia) kemudian menyebar ke Asia Tenggara dan berbagai belahan dunia. Pada musim buah durian, berbagai varietas dan tipe diperdagangkan diberbagai pasar dalam negeri. Sentra produksi durian di Indonesia adalah Sumatera Utara, Riau, Jambi, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, dan Kalimantan Barat. Varietas durian yang direkomendasi untuk dibudidayakan adalah Sunan, Sukun, Petruk, Sitokong, Mas, Kane, Matahari dan Hepe.

Tanaman durian tumbuh baik di daerah dengan ketinggian < 800 meter diatas permukaan laut (m dpl), dan masih dapat tumbuh pada ketinggian 1.000 m dpl, tetapi produktivitasnya sangat rendah. Membutuhkan iklim basah dengan curah hujan 1.500 – 2.500 mm/tahun dan merata sepanjang tahun. Waktu pembungaan dan pembuahan dibutuhkan bulan kering selama 3 bulan dengan curah hujan < 60 mm/bulan dengan suhu udara 28 – 29 0C.

Durian membutuhkan lahan yang tanahnya gembur, subur dan bersolum cukup dalam, serta tanah lapisan bawah tidak berlapis liat yang bersifat kedap air sampai kedalaman 3 meter.

Lubang tanam dibuat berukuran 100 x 100 x 100 cm dengan jarak antar lubang 10-14 m x 10-14 m. Saat pembuatan lubang tanam, tanah galian dibagi dua. Tanah galian bagian atas dikumpulkan sebelah kiri dan bagian bawah disebelah kanan lubang, setelah itu didiamkan selama 2 minggu. Sebelum tanah galian dimasukkan kembali, lapisan atas dicampur dengan pupuk kandang sebanyak 35 kg dan 1 kg pupuk posfat perlubang. Lubang tanam ditutup selama 15 hari, setelah itu digali dengan ukuran sebesar polybag benih. Untuk menghindari gangguan hama, tanah galian dapat dicampur dengan insektisida Furadan 3 G.

Perbanyakan Tanaman

1. Perbanyakan dengan okulasi/penempelan.

Sebagai entres dipilih tunas yang mempunyai mata-mata yang besar dan sehat dari cabang berumur kira-kira satu tahun. Pengambilan mata tempel dilakukan dengan membuat irisan agak lengkung horizontal diatas mata sepanjang 1 cm dan pada kedua ujung irisan tersebut dibuat irisan vertikal kebawah sepanjang kira-kira 2,5 cm, lalu dikelupas hingga diperoleh kulit dengan satu mata yang baik dalam bentuk segi empat berukuran 1 x 2,5 cm. Pada batang bawah dikupas kulit kayunya sesuai bentuk dan ukuran mata tempel. Kemudian mata tempel segera ditempelkan. Selanjutnya tempat tempelan dibalut dengan pita plastik dan bagian mata tidak tertutup.

2. Penyambungan/grafting

Batang bawah dipotong sekitar 10 cm dari pangkal batang dan pada bagian atas dibuat keratan berbentuk huruf V sepanjang 2-3 cm. Selanjutnya dipotong batang atas sepanjang 8-10 cm yang memiliki minimal 2 mata tunas. Pangkal tunas dibuat runcing, agar bisa masuk keujung batang bawah yang berbentuk V. Setelah disisipkan ke batang bawah, ikat sambungan tersebut dengan tali plastik. Calon benih ini kemudian diberi sungkup plastik, yang sebelumnya disiram dahulu. Sekitar 21 hari kemudian sungkup dibuka.

3. Perbanyakan cepat dengan cara okulasi hijau

Bahan : – batang bawah – batang atas – sekam – pupuk kandang – tanah dengan perbandingan 1 : 1 : 1 – polybag ukuran 20 x 30 cm

Alat : – Pisau okulasi dan gunting

Pedoman Teknis :

1. Persiapan Media – Tanah dicampur dengan pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 1 : 1 – Masukan media ke dalam polybag

2. Persiapan batang bawah – Ambil biji durian, dari buah yang sudah masak – pilih biji-biji yang sehat, bernas dan seragam – Semaikan ke dalam polybag – Tempatkan di bawah naungan – Pelihara batang bawah dengan melakukan penyiangan, penyiraman dan pengendalian hama dan penyakit.

3. Persiapan batang atas – 7 s/d 10 hari sebelum pelaksanaan okulasi, rompes daun-daun sepanjang 25 cm dari pucuk, untuk merangsang mata tunas.

4. Pelaksanaan Okulasi – Siapkan batang bawah – Pada ketinggian lebih kurang 5 cm dari batas hypocotil, dibuat jendela untuk, tempat menempelkan tunas

5. Penanaman – Bibit dapat ditanam, sekitar 4-5 bulan setelah diokulasi – Buat lubang tanam ukuran 60 x 60 x 60 cm – Berikan pupuk kandang sebanyak 20 kg dan campurkan dengan tanah bagian atasnya – Berikan naungan secukupnya – Lakukan penyiraman 1 x sehari sampai bibit stabil – Penyiraman dilakukan sesuai dengan kondisi tanah.

Kiat Memilih Buah Durian

Sering kali kita kecewa ketika membuka buah durian, ternyata isinya tidak mulus alias busuk, rasanya asam, tawar, isinya mengkal (tidak lunak) atau pun terlalu lunak.

Agar terhindar dari kekecewaan tersebut ada baiknya sebelum membeli durian kita mengetahui kiat memilih durian yang tepat.

Secara logika bentuk buah durian yang bulat akan memiliki ruang yang cukup atau berisi banyak dibandingkan dengan isi buah durian yang berbentuk gepeng. Namun pecinta sejati buah ini akan memilih durian yang berbentuk unik, bukan durian yang berbentuk bulat bagus. Kenapa? Karena buah yang memiliki bentuk unik dan tidak bulat, isinya tebal, manis, dan bijinya kurus. Kata mereka, kualitas isi lebih utama dari bentuk luarnya.

Pilihlah durian yang memiliki duri yang jarang, besar dan agak tumpul karena isinya bagus, dagingnya kering dan manis.

Pastikan kulit luarnya tidak cacat. Jika ada cacat pada kulitnya (misalnya busuk, ada lubang ulat), isi dalamnya pasti busuk, bisa-bisa semua isinya tidak dapat dinikmati. Dan jangan memilih buah yang kulitnya sudah retak atau pecah pada ujungnya. Retak atau pecahnya kulit durian akan membuat isi di dalamnya bercampur dengan udara bebas sehingga rasa buah tersebut menjadi asam atau tawar.

Durian yang matang akan mengeluarkan aroma yang kuat, dan harum. Untuk itu sebelum membelinya cobalah sedikit merapatkan hidung anda pada durian. Tangkaplah sebagian aroma yang telah menguap dari durian dengan menggunakan hidung yang sehat. Kalau kurang berbau, artinya durian tersebut tidak sempurna matangnya. Dicurigai buah tersebut matang tidak secara alami melainkan telah dikarbit atau diperam. Buah yang seperti ini tidak lagi segar dan rasanya kurang nikmat. Namun demikian perlu diingat bahwa bau saja, sekarang tidak menjamin. Banyak penjual durian yang curang. Mereka menuang essence durian pada durian yang mereka jual, maka dari itu sebaiknya anda harus bias membedakan aroma durian yang asli dengan essence durian.

Cobalah untuk mengangkat dan menggoncangkan buah durian perlahan-lahan. Setelah yakin anda bisa melakukannya, cobalah menggoncangkan sedikit agak keras. Jika anda merasakan getaran kecil, itu artinya isi buah tersebut kering dan matang, karena isi yang kering akan terpisah dari dinding kulit dalam. Sedangkan isi yang lembab atau terlalu lunak akan melekat.

Kalau anda masih merasa takut melakukan cara di atas tadi, ada cara lain yang mudah untuk mendeteksi apakah daging durian tersebut kering dan matang. Caranya anda cukup memukul-mukul buahnya dengan gagang pisau atau alat lainnya, pastikan bunyinya seperti ‘bug…bug….bug…. terasa mantap,’

Cari durian yang tangkainya putus alami. Kalau durian yang tangkainya dipangkas golok, ada kemungkinan diambil saat belum matang.

Jika semua ilmu di atas sudah dipraktekkan, tapi tetap saja anda mendapatkan durian yang isinya jelek, yakinlah itu tandanya anda belum beruntung. Tapi jangan cepat menyerah dulu, dengan kesabaran dan ketekunan mudah-mudahan anda akan mendapatkan durian yang baik.

Januari 26, 2010 - Posted by | Buah-Buahan

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: