Roselle Nganjuk

Sumber Informasi Teknologi Pertanian

Lengkeng Pingpong ( Dimocarpus Longan )

Ada beberapa jenis lengkeng yang sekarang lagi ngetren, antara lain :

  1. Lengkeng Pimpong ( besar-besar buahnya, manis dan sedikit berair )
  2. Lengkeng Diamond River (manis, sedikit berair, lebih kecil dari pimpong, harum )
  3. Lengkeng Itoh ( manis sekali, kering, lebih kecil dari Diamong river )
  4. Lengkeng Durian ( beraroma durian, lebih kecil dari Diamond river, langka )

Lengkeng pingpong aslinya dari daerah sekitar delta sungai Mekong dan Vietnam bagian tenggara, dikenal dengan nama Xuongcomvang. Dapat dibudidayakan di dataran rendah, beda dengan lengkeng lokal yang harus di dataran tinggi.

Keunggulan lain dari lengkeng jenis ini adalah bisa panen ( panen besar ) tiga kali dalam setahun, sedangkan sub-pembuahan bisa terjadi sepanjang tahun asalkan nutrisi untuk tanaman ini cukup. Jadi selama setahun penuh dapat menikmati buah lengkeng pingpong.

Besar buahnya empat kali lipat lengkeng local, juga lebih besar daripada Diamond River, hampir sebesar bola pingpong. Bijinya juga lebih besar, tapi daging buahnya tebal, kulit tipis, sedikit berair. Aroma wangi dari Lengkeng ini sangat khas, juga lebih wangi daripada lengkeng lokal ataupun lengkeng yang sering kita jumpai di supermarket yang sering kita sebut lengkeng bangkok dan manisnya tidak kepalang tanggung Buah ini juga masih jarang dijumpai di pasar, sebab, memang belum banyak petani kita yang membudidayakan. Lengkeng pingpong merupakan tanaman tropic yang tumbuh subur di tanah berketinggian 500 meter di atas permukaan laut, jadi termasuk lengkeng dataran rendah. Tanaman ini tahan udara panas, akarnya tidak merusak, dapat ditanam di lahan sempit bahkan dalam pot.

Dahannya cenderung memanjang, lentur dan menjulur ke segala arah. Daun berwarna hijau tua dan berukuran kecil menggulung ke belakang ( agak keriting ). Lengkeng vegetatif bisa berbuah pada umur 8-12 bulan dan Lengkeng generatif berbuah saat berumur 2-3 tahun. Sayangnya jenis ini kurang produktif dibanding Diamond rever, mungkin tipe percabangan yang tidak serimbun Diamond rever. Karena daunnya tidak mudah gugur, lengkeng pingpong ini juga cocok sebagai tanaman rindang di halaman depan.

Penanaman

Tanaman ini bisa dibudidayakan dari biji, cangkok maupun bibit okulasi.

Untuk menanam lengkeng Pingpong, pertama-tama masukkan bibit ke pot atau lubang di tanah. Ukurannya harus sesuai besaran tanaman. Untuk bibit ukuran besar siapkan lubang 0,75m x 0,75m x 0,75m sedang untuk bibit yang kecil siapkan lubang ukuran 0,5m x 0,5m x 0,5m dengan media campuran 1:1:1 masing-masing untuk tanah : pasir atau sekam : pupuk kandang ( sebaiknya gunakan pupuk kandang dari kotoran kambing, karena punya kadar phosphate lebih besar daripada kotoran sapi ). Campuran media dibiarkan dalam lubang selama seminggu, kemudian digunakan untuk menanam ( hal ini supaya mikroba dari pupuk kandang dapat menyebar dengan baik kecampuran media sehingga media lebih gembur dan juga memberikan waktu adaptasi bagi bibit yang akan ditanam terhadap kondisi lingkungan sekitar ).

Pada saat penanaman sobek bagian bawah dari karung atau polybag, jangan dari bagian pinggir wadah supaya media dan akar tidak goyang.

Pemeliharaan

Perawatan lengkeng tidak rumit, selama suplai makanan dari kompos tetap terjaga.

Pemeliharaan penting adalah pemangkasan cabang yang tidak produktif dan ranting-ranting yang menutup kanopi. Dengan demikian, sinar matahari dapat masuk merata ke seluruh bagian cabang. Tumbuhan parasit ( benalu ) harus cepat dibuang. Tanaman lengkeng termasuk mudah tumbuh, tetapi sukar berbunga. Oleh karena itu, diperlukan stimulasi pembungaan dengan jalan mengikat kencang batang yang berada satu meter di atas permukaan tanah. Batang dililit melingkar sebanyak 2-3 kali dengan kawat baja. Tanaman mulai berbunga pada umur 4-6 tahun. Biasanya tanaman ini berbunga pada bulan Juli-oktober. Buah matang lima bulan setelah bunga mekar.

Dalam setahun, sebaiknya beri tiga kali pupuk. Saat kemarau, setidaknya disiram air dua hari sekali.

Penyiraman dan penyemprotan pupuk dilakukan pada malam hari atau pagi hari sebelum matahari terbit, hal ini lebih efektif karena pada saat itulah stomata pada daun terbuka.

Hama yang biasa menyerang tanaman lengkeng adalah serangga pengisap buah (Tessaratoma javanica). Kelelawar merupakan binatang hama yang sering merusak buah yang matang. Penyakit yang sering menyerang saat musim hujan adalah mildu seperti yang menyerang tanaman rambutan. Untuk mencegah serangan kelelawar, pentil buah dibrongsong dengan brongsong yang dibuat khusus.

Panen dan Pasca Panen

Apabila perawatannya baik ( sering dipupuk, disiram dan didangir ) biasanya tanaman dari cangkok atau okulasi akan mulai berbunga dan berbuah pada umur 8-12 bulan. sedangkan yang dari biji bisa mulai berbuah pada umur 21-24 bulan. Pada usia dua-tiga tahun mampu menghasilkan, ini karena jenis semua lengkeng memang tidak mengenal musim.

Musim panen lengkeng di bulan Januari-Februari dengan produksi 300–600 kg per pohon. Lengkeng termasuk buah non-klimakterik sehingga harus dipanen matang di pohon karena tidak dapat diperam. Pemanenan dilakukan dengan alat yang dapat memotong tangkai rangkaian buah. Alat panen berupa gunting bertangkai panjang yang tangkainya dapat diatur dari bawah. Tanda-tanda buah matang adalah warna kulit buah menjadi kecokelatan gelap, licin, dan mengeluarkan aroma. Rasanya manis harum, sedangkan buah yang belum matang rasanya belum manis.

Maret 25, 2010 - Posted by | Uncategorized

1 Komentar »

  1. itu btul ya??

    lengkeng bisa berumur 8-12 bln untuk bibit vegetatif dan 21-24 untuk bibit generatif…

    Komentar oleh onenk | Juni 4, 2010 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: